(Selasa Wage, 2/5/2020) – Mrk 12:13 -17
“Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar terimalah dan hadapilah,” kata Soe Hok Gie.
Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” (Mrk 12:13-17).
Dengan jujur, orang-orang Farisi dan Herodian mengakui bahwa Yesus jujur, tidak takut kepada siapa pun, tidak mencari muka, jujur mengajar jalan Allah. Bagi mereka, hal-hal itu merupakan fakta yang tak terbantahkan. Tetapi mereka bertanya dengan motivasi yang tidak jujur.
Manusia juga bertanya atas banyak hal dalam hidup ini. Mengapa ada pandemi Covid-19? Mengapa manusia hidup? Mengapa harus kehilangan pekerjaan? Mengapa harus bersikap jujur? Masih banyak lagi, dan banyak pula pertanyaan tidak mendapatkan jawaban, banyak juga yang tinggal tanda tanya.
Pertanyaan orang Farisi dan Herodian sesungguhnya tidak hanya dijawab oleh Yesus dengan petunjuk hak kaisar diberikan kepada kaisar dan hak Allah diberikan kepada Allah.
Segala pertanyaan itu, termasuk pertanyaan manusia zaman sekarang, dijawab oleh Yesus dengan hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya. Hidup dan kematian Yesus merupakan jawaban atas pertanyaan serius manusia. Persoalannya sekarang adalah apakah mau menerima jawaban itu?
Semoga dalam banyak pertanyaan atas hidup ini, dalam banyak pertanyaan yang tidak selalu mendapatkan jawaban, bahkan tinggal tanda tanya, dalam suka dan duka hidup ini, kita tetap menerima Yesus dan setia kepada-Nya sebagai jawaban asli. Mari kita saling mendoakan.
(Abakaeb, Rm. Paulus Supriya, Pr. – Pugeran Yogyakarta)