RENUNGAN HARIAN | Cerdik dan Tulus

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

(Jumat Pahing, 10/7/2020) – Novena Pugeran Hari ke-II, Mat 10:16 – 23

Cerdik! Dalam cerita rakyat, kisah kancil merupakan cerita hewan yang terpopuler. Kancil adalah hewan yang cerdik, bukan ular. Ular lebih dipahami sebagai hewan yang licik. Ia bisa tiba-tiba memagut dan menyemprotkan bisanya. Kelebihannya yang lain adalah ular tahu persis tempat yang aman untuk dirinya, jauh dari serangan musuhnya.

Tulus! Merpati terkenal sebagai hewan yang tulus. Ia selalu dipercaya sebagai pengantar surat. Merpati pos selalu tahu jalan kembali ke tempat asalnya. Seorang teman pernah bercerita, ia melepaskan merpati pos dari Bali ke Yogyakarta. Dalam dua hari merpati itu sampai di tempat tujuan.

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Mat 10:16)

Murid-murid-Nya yang taat, lembut diutus seperti domba di tengah-tengah serigala. Mengingat keganasan serigala, mereka dituntut untuk cerdik dan tulus.

Marilah kita bersyukur, di tengah-tengah keganasan dunia, pengikut Tuhan selalu dibimbing Roh Kudus untuk mencari tempat yang aman. Dan itu berarti berlindung pada Sang Guru. Untuk itu orang harus datang kepada Yesus dengan tulus, jauh dari kesombongan maupun kepura-puraan, tetapi sungguh menaruh percaya kepada-Nya.

Secara manusiawi, menghadapi buasnya dunia, orang harus cerdik, panjang akal, terampil cari solusi dan tidak mudah putus asa. Selain itu kita mesti tulus dalam melaksanakan tugas-tugas kita. Ketulusan tidak jarang merupakan sumber kebahagiaan yang murni. Alasannya karena Tuhan selalu menyertai.

(abakaeb, Rm. Paulus Supriya, Pr. – Pugeran Yogyakarta)

TERBARU

Leave a Reply

sixteen + fifteen =