RENUNGAN HARIAN | “Ambyar Koyo Ngene”

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

(Kamis, 7/5/2020) – Yoh 13:16 -20

Ambyar! Ambyar koyo ngene, bercerai berai seperti ini, adalah ide yang ditampilkan dalam salah satu lagu almarhum Didi Kempot. Gagasan itu rupanya mau mengungkapkan pedih hati anak manusia karena pengingkaran atau pengkhianatan atas janji, persahabatan, relasi. Khianat adalah tidak setia, tipu daya, ingkar janji, memperdaya, membelot.

Rasanya sejarah manusia tidak lepas dari pengkhianatan. Pengkhianatan tidak mengenal waktu dan tempat, entah di sekolah, instansi, keluarga, bahkan tempat suci sekalipun.

Kisah ketidaksetiaan yang terkenal yaitu MJ. Brutus menusuk dari belakang Yulius G. Caesar (44 BC), Delila mengkhianati Simson (Hakim-hakim 16). Atau celetuk yang kadang muncul yaitu “jangan khianati suara rakyat” karena rakyat mengusung mereka ke “kursi empuk.” Gajah Mada heran atas pengkhianatan orang-orang yang mendapat privilese raja, dalam Novel Fiksi, Gajah Mada, Langit Kresna Hariadi (2008). Mbiyen wis tak wanti-wanti, ojo nganti lali, tapi kenyataannya pergi (Kartonyono Medhot Janji, Denny Caknan).

“Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.” (Yoh 13:18)

Mengangkat tumit merupakan simbolisasi dari pengkhianatan, ketidak setiaan. Intinya adalah seseorang yang sangat akrab dengan Yesus, bersahabat dekat, makan roti bersama-Nya mengkhianati. Cipika cipiki Yudas Iskariot merupakan simbol ketidak setiaan atau pengkhianatan abadi.

Allah tidak pernah mengingkari atau membatalkan janji-Nya. Ia selalu setia kendati manusia tidak setia. Justru saat manusia ambyar digerogoti kebinasaan, Ia digantung di kayu salib menebusnya.

Marilah kita saling mendoakan dan mendukung agar kita selalu setia pada janji, sumpah, kaul, panggilan, jalan hidup, relasi, persahabatan, kebersamaan dengan tidak berlaku bermalas-malasan tetapi dengan sikap bertanggung jawab supaya hidup kita, sesama, serta ibu bumi tidak ambyar! (abakaeb, Rm. Paulus Supriya, Pr – Paroki Pugeran Yogyakarta).

TERBARU

Jadwal Ekaristi Natal 2023

Saudara Saudari terkasih dalam Kristus berikut Ini kami sampaikan Jadwal Ekaristi Perayaan Natal 2023 Perayaan Ekaristi terbuka untuk umat Paroki Pugeran ataupun luar Paroki Pugeran

Lebih Lanjut »