Pemberkatan Kapel Adorasi dan Gua Maria Pugeran

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email
Tabernakel dan Altar Kapel

Pugeran Nes – Kapel Adorasi yang sudah lama dicita-citakan akhirnya terwujud dan diberkati oleh Rama Paulus Supriya, Pr., selaku Pastor Kepala Paroki HKTY Pugeran dalam misa sederhana pada hari Jumat (03/04/2020) bertepatan dengan Jumat Pertama. Kapel Adorasi dan Gua Maria diberkati oleh Rama Paulus Supriya, Pr., Bersama dengan para rama dan dihadiri beberapa umat dengan jumlah sangat terbatas.

Pemberkatan Kapel “Kasiran” secara sederhana dan terbatas

Kapel diberkati lebih  dengan maksud supaya para imam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk melakukan adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus. Sedangkan Kapel akan resmi dibuka  untuk umat setelah wabah Covid-19 berakhir. Selain memberkati Kapel Adorasi, Pastor Kepala juga memberkati Gua Maria. Kapel diberi nama Kapel Adorasi Pugeran disingkat “Kasiran. Sedangkan gua diberi nama Gua Maria Regina Pacis, sama dengan  nama gua yang dulu pernah  dulu ada.

Gua Maria Regina Pacis yang baru
Pelataran Gua Maria Regina Pacis

“Usulan umat supaya paroki mempunyai ruang adorasi sudah sangat lama muncul, paling tidak diusulkan kepada saya tahun 2014. Bangunan ini sepenuhnya merupakan swadaya umat. untuk itu saya mengucapkan terima kasih,” kata Rama Priyo didalam homilinya. Adanya Kapel Adorasi tiada lain untuk memberi kesempatan seluruh umat berjumpa dengan Kristus yang lebih dahulu mencintai kita.

Fasilitas bangku dan buku doa di dalam Kapel “Kasiran”
Tabernakel dan lantai Kapel yang terbuat dari kayu

“Kapel dan gua membutuhkan biaya tidak lebih dari 200 juta,” imbuh Rama Priyo. Selain mengalihfungsikan ruang rapat dewan harian, panitia pembangunan masih membangunan bangunan tambahan agar kapel cukup luas. Meja altar, tebernakel dan lantai terbuat dari kayu dan secara khusus didatangkan dari Jepara.

Kapel “Kasiran” tampak depan
Tampak Kapel “Kasiran” dan bangunan Pasturan yang baru
TERBARU