GEREJA SANTO YUSUP PADOKAN

Perkembangan Singkat Gereja

Tahun 1960-an Paroki HKTY Pugeran dibagi menjadi 4 sektor yaitu Sektor Kraton, Sektor Wirobrajan, Sektor Gereja Pusat Pugeran dan Sektor Luar Kota atau Sektor Padokan. Pada awal tahun 1967 Pabrik Gula Madukismo menyampaikan rencana untuk menjadikan tanah bagi pembangunan Masjid, Gereja Katolik dan Gereja Kristen bagi karyawan dan umat di sekitar pabrik. PG. Madukismo menyediakan tanah seluas kurang lebih 1141 m2 dan bantuan dana pembangunan sebesar Rp 40.000.

Tempat yang dipilih untuk mendirikan sebuah gereja adalah di Dusun Rogocolo, tepatnya disebelah selatan PG. Madukismo. Pada tahun 1968, pondasi gedung gereja sudah selesai dipasang. Lalu pada tahun 1971, gedung Gereja Padokan mulai digunakan umat untuk melaksanakan berbagai kegiatan seperti sembahyangan, pertemuan tempat bermain anak, bahkan menjadi tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu)  1971.

Tanggal 6 Juni 1971 Pastor Paroki Pugeran saat itu, Rm. Antonius Wignyomartoyo, Pr. mempersembahkan Ekaristi Kudus pertama di Gereja Padokan dengan iringan koor Bahasa Jawa dan Gamelan lengkap. Tanggal perayaan ekaristi pertama itulah sejak tahun 1996 (bertepatan dengan kunjungan Uskup Agung Semarang saat itu, Mgr. Julius Darmaatmadja, SJ) diperingati sebagai hari jadi Gereja Santo Yusuf Padokan. Keputusan ini diambil mengingat berdirinya Gereja Padokan saat itu tidak ditandai dengan upacara peresmian sebagaimana gereja-gereja yang lain.

 

ALAMAT

Jl. Madukismo 34, Rogocolo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184