Edaran Pastor Kepala: Petunjuk Praktis Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Salus Vestra Ego Sum,

Bapa Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang melalui Surat Edaran Nomor 0319/A/X/2020-12, tertanggal 16 Maret 2020 menyatakan bahwa bahaya meluasnya penularan dan penyebaran virus corona menjadi semakin jelas bagi kita semua. Selain itu pemerintah pusat dan daerah juga telah mengambil berbagai kebijakan yang juga perlu kita sikapi dengan serius demi keberhasilan kita mengatasi wabah virus corona ini.

Maka setelah Dewan Pastoral Harian dan Panitia Pembangunan Komplek Paroki Pugeran mempelajari dengan cermat surat edaran tersebut serta mendengarkan berbagai macam masukan dalam rapat yang diselenggarakan pada Selasa, 17 Maret 2020, Pukul 20.30 – 23.05 WIB, memberikan keputusan beberapa hal yang mesti kita lakukan sebagai upaya kewaspadaan dan langkah antisipatif, untuk melindungi kebaikan bersama dan wujud kepedulian kita pada orang lain. Keputusan tersebut meliputi:

A. Hal-hal umum yang mesti dilakukan:

  1. Meningkatkan stamina fisik dan kewaspadaan yang dilakukan dengan mengonsumsi asupan makanan yang cukup dan sehat, istirahat cukup, serta olah raga teratur secara pribadi,
  2. Meningkatkan stamina psikis dengan senantiasa menciptakan hati bahagia penuh harapan karena percaya akan perlindungan dan penjagaan Tuhan terhadap marabahaya,
  3. Menjaga kebersihan diri dengan membasuh tangan secara berkala dan benar, yakni dengan menggunakan sabun atau cairan/gel pembersih tangan (hand sanitizer),
  4. Mengenakan kain penutup mulut dan hidung (masker), khususnya saat sedang flu/pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. Cara batuk yang benar dengan menutup mulut/hidung dengan lipatan siku bagian dalam, bukan dengan telapak tangan,
  5. Umat yang sedang sakit demam, flu/pilek, batuk, dan radang tenggorokan disarankan tidak menghadiri dan mengikuti acara-acara kebersamaan, termasuk Ekaristi, ibadat dan pertemuan bersama lainnya. Petugas yang sedang sakit demam, flu/pilek, batuk, dan radang tenggorokan tidak usah memaksakan diri untuk bertugas,
  6. Mengurangi kontak fisik secara langsung dengan orang lain,
  7. Umat tidak perlu bersalaman/berjabat tangan maupun mencium pipi dan tangan,
  8. Menghindari atau mengurangi perjumpaan-perjumpaan dengan orang banyak.

B. Hal-hal konkrit atau khusus atas pertemuan-pertemuan:

Bentuk-bentuk pertemuan dan kegiatan berikut ini DITIADAKAN, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut:

  1. Pelajaran persiapan penerimaan komuni pertama dan penguatan,
  2. Seluruh kegiatan pertemuan yang sudah terencana yaitu pertemuan timja evangelisasi, IPP, rekoleksi calon baptis dewasa, rekoleksi orang tua dan wali baptis bayi, donor darah, pasar murah, pelajaran KEP, katolisitas, danpamis-APP, kursus persiapan perkawinan, pendalaman kitab suci, legio mariae, PIA-PIR, pertemuan misdinar-putri sakristi, pertemuan OMK, senam, warasemedi, dan pertemuan kelompok kategorial lainnya,
  3. Pertemuan di lingkungan/wilayah/gereja wilayah yaitu: pertemuan APP bersama, pertemuan rutin, pendalaman iman, rapat pengurus, pertemuan ibu-ibu. Pertemuan APP dilaksanakan di keluarga,

C. Hal-hal khusus yang mesti dilakukan terkait dengan peribadatan:

  1. Untuk mengurangi durasi kebersamaan Misa hari Minggu hanya menggunakan bacaan pertama dan Injil, semua nyanyian cukup 1 bait, berkat anak ditiadakan, buku presensi mengikuti misa calon penerima komuni pertama dan penguatan ditandatangani orang tua masing-masing, perarakan persembahan ditiadakan,
  2. Misa Harian dilaksanakan seperti biasa. Lagu Kudus wajib dinyanyikan. Lagu pembuka dan penutup dinyanyikan 1 bait.
  3. Mengosongkan air suci di pintu masuk gereja dan menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) sebagai pengganti sementara. Menghormati Tuhan dalam Tabernakel dengan membuat tanda salib.
  4. Meniadakan “salam damai” dalam bentuk salaman atau jabat tangan. “Salam damai” cukup dengan menganggukkan kepala dan tersenyum.
  5. Menerimakan Komuni dengan tangan yang bersih. Imam dan Prodiakon membersihkan tangan dengan hand sanitizer sebelum dan setelah membagikan Komuni,
  6. Membersihkan bangku, kursi, microphone dan altar sebelum atau setelah peribadatan,
  7. Pintu dan jendela ruangan dibuka, termasuk ruang ber-AC agar ada aliran udara segar yang akan mengurangi risiko penularan virus,
  8. Buku-buku seperti Kitab Suci, Puji Syukur, dan Madah Bakti tidak disediakan untuk umat. Diharapkan umat membawa sendiri,
  9. Jalan salib di gereja induk maupun wilayah ditiadakan,
  10. Latihan koor bersama ditiadakan, diganti latihan secara pribadi. Latihan bersama hanya dilaksanakan saat Gladi Bersih sejauh memungkinkan,
  11. Passio Minggu Palma maupun Jumat Agung tidak dinyanyikan namun didaraskan,
  12. Perarakan Minggu Palma ditiadakan,
  13. Pengumpulan kolekte misa hari menggunakan kantong bertongkat yang diedarkan petugas,
  14. Pengakuan dosa diadakan secara massal dengan memberikan absolusi umum. Pelaksanaan pengakuan dosa diatur dengan jadwal yang ditetapkan kemudian,
  15. Misa ujud keluarga/komunitas di lingkungan diselenggarakan sejauh memang masih memungkinkan

Beberapa ketentuan lain:

  1. Pelayanan orang sakit, khususnya penerimaan Sakramen pengurapan orang sakit dan “komuni orang sakit” tetap diteruskan. Khusus bagi yang telah dinyatakan positif covid-19, pelaksanaannya mesti mengikuti prosedur yang sudah digariskan oleh dinas kesehatan,
  2. Pemberkatan jenazah tetap dilayani di rumah duka atau di gereja/kapel sesuai dengan tradisi dan kesepakatan. Khusus bagi yang telah dinyatakan positif covid-19, pelaksanaannya mesti mengikuti prosedur yang sudah digariskan oleh dinas kesehatan; dan umat tidak harus melayat,
  3. Penghormatan salib pada saat ibadat Jumat Agung dilakukan secara sederhana dengan berlutut atau membungkuk di hadapan salib yang telah disediakan, tanpa memegang dan/atau menciumnya,
  4. Pengumpulan TCK, APBU, KSP, KSPTP-GBM, dan pralenan tetap berjalan seperti biasa dengan memperhatikan protokol kebersihan diri.
  5. Umat dimohon mendoakan “Doa Mohon Perlindungan dari Wabah Virus Corona” persis setelah Doa Angelus.

Semoga Tuhan melindungi dan menjagai kita dari segala bahaya, serta melimpahkan rahmat kesehatan bagi kita semua.

Berkah Dalem.

Unduh file: Edaran Paskep tentang COVID-19_tgl 17 Maret 2020.pdf

Edaran-Paskep-COVID-19-tgl-17-Maret-2020-Scan

TERBARU

Pengumuman Paroki, 05 April 2020

Lain-lain Jadwal Live streaming Ekaristi/Ibadat Pekan Suci 2020 dari Komisi KOMSOS Keuskupan Agung Semarang dapat dilihat pada tautan ini. Waktu darurat peribadatan diperpanjang hingga Kamis

Lebih Lanjut »

Leave a Reply

4 − three =